Sabtu, 04 Februari 2012

AUTOCLAVE ALAT UNTUK STERILISASI ALAT DAN MEDIUM DALAM KULTUR JARINGAN TUMBUHAN

AUTOCLAVE ALAT UNTUK STERILISASI ALAT DAN MEDIUM DALAM KULTUR JARINGAN TUMBUHAN

Sterilisasi adalah setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme atau usaha untuk membebaskan alat dan bahan dari seala bentuk kehidupan terutama mikrobia.
Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan tersebut bebas dari mikrobia, baik dalam bentuk veetatif ataupun spora.
Suatu benda atau substansi hanya dapat dikatakan steril atau tidak steril, tidak akan pernah munkin ada setengah steril atau hamper steril.
Untuk sterilisasi alat dan medium diunakan sterilisasi dengan mengunakan alat yang disebut autoclave. Autoclaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan medium kultur jaringan tumbuhan denan mengunakan tekanan 15 psi (1,02 atm) dan suhu 121°C . Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media kultur jarinan tumbuhan yang disterilkan memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibandingkan dengan udara panas. Biasanya untuk mensterilkan media diunakan suhu 121°C dan tekanan 15 lb/in² (SI = 103,4 Kpa) selama 15 menit. Alasan digunakan 121°C atau 249,8°F adalah karena air mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 100°C, sedangkan untuk autoclave yan diletakkan pada ketingian yang sama, mengunakan tekanan 15 psi maka air akan mendidih pada suhu 121°C. Kejadian ini hanya berlaku untuk sea level, jika dilaboratorium yang terletak pada ketinggian tertentu, maka pengaturan tekanan perlu diseting ulang. Misalnya autoclave diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl, maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 121°C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu 121°C dan tekanan 15 psi selama 15 menit.

Autoclave dengan sumber panas menggunakan kompor

Autoclave dengan sumber panas menggunakan listrik

Autoclave dengan sumber panas menggunakan kompor gas dan listrik

Cara menggunakan autoclave
Autoclave merupakan alat yang terdiri dari bejana tahan tekanan tinggi yang dilengkapi dengan manometer, thermometer, dan klep bahaya. Langkah-langkah penggunaan autoclave adalah sebagai berikut :
Pertama kali masukkan aquadest ke dalam bejana autoclave sampai batas yang ditentukan (tanda batas terdapat di dalam bejana autoclave) setelah memasukkan aquadest masukkan ansang ke dalam autoclave.

Setelah itu alat-alat dan media kultur jaringan tumbuhan yang akan disterilkan dimasukkan ke dalam bejana autoclave (alat seperti scalpel, pinset, petridisk dibungkus terlebih dahulu dengan menggunakan kertas payung atau untuk botol kultur, erlenmeyer bagian mulutnya ditutup dengan menggunakan aluminium foil).

Kemudian autoclave dihubungkan dengan sumber listrik apabila autoclavenya mengunakan sumber panas dari listrik atau letakkan autoclave di atas kompor gas untuk autoclave yang menggunakan api dari kompor gas sebagai sumber panasnya.
Pada saat sumber panas dinyalakan air dalam autoclave lama-kelamaan akan mendidih dan uap air yan terbentuk mendesak udara yan mengisi autoclave. Setelah semua udara dalam autoclave diganti dengan uap air, katup uap atau udara ditutup sehingga tekanan udara dalam autoclave naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai, maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoclave tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi. Setelah autoclave tekanannya 0 psi dan sudah dingin maka autoclave baru boleh dibuka. Dan alat ataupun media kultur jaringan tumbuhan yang disterilisasi dengan mengunakan autoclave yang sudah steril dipindahkan ke tempat yang steril.

Alat-alat dan media yang bisa disterilisasi menggunakan autoclave

Adapun alat yang dapat disterilisasi dengan menggunakan autoclave antara lain petridisk, botol jam, pinset, scalpel. Setelah dilakukan sterilisasi maka alat-alat tersebut menjadi steril. Untuk tetap menjaga sterilitas alat-alat tersebut, setelah diangkat dari dalam autoclave kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk penyimpanannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar