Minggu, 03 Desember 2017

Mengenal Akar Anggrek

Mengenal Akar Anggrek

Akar anggrek berfungsi sebagai tempat untuk menempelkan badan anggrek ke media tanamnya. Selain itu juga akar anggrek sangat berhubungan erat dengan cara hidupnya. Sehingga akar anggrek tanah akan berbeda sekali dengan akar anggrek epifit mauun anggrek saprofit. Untuk lebih jelasnya mari kita mengenal akar anggrek. Pertama kali kita harus mempelajari potongan anatomi dari akar anggrek.
Penampang melintang anggrekanggrek terrestik
A. Akar berambut pada Paphiopedilum glaucophyllum J. J. S.
B. Penampang melintang akar Plantathera susannae Lindl.
C. Penampang melintang akar Spathoglottis plicata BI.
1. Rambut akar atau trichoma
2. Epidermis
3. Hypodermis
4. Parenchym
5. Endodermis
6. Sel peresap
7. Phloem
8. Xyleem
9. Parenchym teras

Bagian terluar dari akar anggrek terrestrial akarnya memiliki rambut akar yang cukup panjang dan rapat yang berfungsi untuk menyerap air dan zat anorganik yang ada di tanah. 

 A. Akar udara Vanda
B. enampang melintang akar Phalaenopsis amabilis (L).
1. Epidermis
2. Mycorrhizaund
3. Velamen
4. Eksodermis
5. Parenchym
6. Endodermis
7. Sel peresap
8. Phloem
9. Xyleem
10. Parenchym teras yang berkayu

Penampang melintang akar udara anggrek.
Keterangan gambar :
1. Velamen
2. Eksodermis
3. Jaringan Parenkim yang berisi kloroplast (disebut dengan Jaringan Klorenkim)
4. Sel peresap

Anggrek epifit mempunyai akar yang menempel pada batang atau dahan tanaman lain. Bagian akar yang menempel agak mendatar mengikuti bentuk permukaan batang yang ditempeli, rambut akar pendek-pendek. Bagian akar yang tidak melekat gundul, tidak berambut akar. Akarnya dorsiventral, memiliki velamen dan mycorrhiza.

Dorsiventralitas pada akar Phalaenopsis amabilis yang melekat
Penampang melintang akar Phalaenopsis amabilis (L). BI.
1.Trichoma
2. Epidermis
3. Mycorrhiza
4. Velamen
5. Eksodermis
6. Parenchym
7. Endodermis dengan sel peresap
8. Phloem
9. Xyleem
10. Parenchym teras

Anggrek epifit akarnya dorsiventral, maksudnya pada akar yang menempel dapat dibedakan bagian perut dan bagian punggung. Dorsiventralitas disebabkan oleh karena lingkungan yang berbeda antara bagian punggung dan perut. Bagian punggung yang terkena cahaya yang cerah gundul, kebulatan, selsel epidermis tebal dindingnya, dibwahnya ada velamen dan mycorrhiza. Yang menempel kurang cahaya, bertugas menyerap makanan, mempunyai rambut akar pendek-pendek penebalannya, dinding sel-sel epidermis agak tipis, ada velamen dan mycorrhiza di bawahnya.
Sedangkan pada akar tanaman anggrek epifit memiliki beberapa rambut akar yang pendek bahkan ada yang nyaris tidak ada rambut akarnya.
Akar anggrek ini tersusun dari bagian yang disebut dengan velamen yang berasal dari sel induk epidermis terdiri dari lebih dari satu lapis sel atau beberapa lapis sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar udara anggrek. Sel-sel yang menyusun lapisan velamen ini tersusun rapi. Jaringan epidermis dan lapisan velamen ini biasa disebut multiple epidermis dan berfungsi sebagai jaringan pengikat oksigen dan penyimpan air. Pada tanaman anggrek epifit pada akarnya memiliki lapisan velamen yang berongga yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan memudahkan akar menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon atau media tanam anggrek.
Sebelah dalam dari lapisan velamen ini terdapat jaringan kortex yang mana di dalam kortex ini terdapat lapisan eksodermis. Jaringan eksodermis ini hanya terdiri dari satu lapis akan tetapi dinding sel eksodermis ini memiliki penebalan yang jelas dan fungsinya untuk mencegah air masuk secara apoplas dan juga berfungsi untuk melindungi dari tekanan akar. Dan di bagian kortex ini juga terdapat jaringan parenkim yang mana jaringan parenkimnya mengandung kloroplast. Jaringan parenkim yang mengandung kloroplast ini bisa disebut dengan jaringan klorenkim.
Tipe berkas pembuluh pada anggrek adalah poliarkh. Tipe berkas pembuluh konsentris radial. Di bagian stele akar anggrek terdapat perisikel dengan penebalan dinding yang tebal dan merata. Pada daerah empulur berisi dengan floem dan xylem.

Pada akar anggrek epifit pada ujungnya terdapat ujung akar yang berwarna coklat kehijauan dan juga di belakang ujung akar terdapat velamen keperakan.
Akar anggrek epifit Vanda limbata


Akar anggrek epifit Rhyncostylis retusa


Akar anggrek epifit Aerides odorata

 Akar anggrek epifit Phalaenopsis amabilis (L). BI.


Dorsiventralitas pada akar anggrek epifit Phalaenopsis amabilis (L). BI.

Akar anggrek epifit Cattleya mantinii

Akar anggrek epifit Dendrobium sp

 
 Akar anggrek epifit Onchidium americanum

Sedangkan pada akar anggrek saprofit mempunyai mycorrhiza akan tetapi tidak mempunyai akar  rambut.

A. Penampang melintang akar Didymoplexis pallens Griff.
1. Epidermis
2. Hypodermis
3. Parenchym
4. Endodermis
5. Phloem
6. Xyleem
7. Mycorrhiza
B. Gambar sel-sel dengan mycorrhiza dengan perbesaran lebih kuat.

Pada tanaman anggrek Taeniophyllum spp. yang tidak memiliki daun yang sesungguhnya. Akar pipih kehijauan yang diperkirakan oleh banyak ahli tumbuhtumbuhan sebagai akar assimilasi, yaitu akar yang disamping berfungsi sebagai akar, mengambil makanan, dan melekatkan diri, juga dapat mengassimilasi CO2.

Jumat, 03 November 2017

Anggrek di Gunung Merbabu

 Anggrek di Gunung Merbabu

Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu memiliki 15 (lima belas) jenis anggrek yang tercatat pada kegiatan inventarisasi anggrek pada tahun 2015. Anggrek ini dapat ditemui mulai dari ketinggian ± 1500 s/d 2500 mdpl.
Salah satu jenis tanaman anggrek yang banyak terdapat di gunung Merbabu adalah Habenaria muiltipartita yang banyak tumbuh diantara rerumputan sabana yang ada di Gunung Merbabu. 

Selasa, 25 Juli 2017

Anggrek Yang Terdapat Di Wilayah Kulon Progo

Anggrek Yang Terdapat Di Wilayah Kulon Progo

Di Wilayah Kulon Progo ternyata memiliki potensi anggrek yang sangat lumayan banyak yang tumbuh di halaman pekarangan rumah maupun di hutan-hutan yang ada di daerah Kulon Progo, akan tetapi hal ini kurang diketahui oleh masyarakat sekitar. Bahkan masyarakat sekitar mengetahui tanaman anggrek tersebut tidak lebih sebagai tanaman pengganggu saja kecuali tanaman anggrek dari jenis Vanilla sp yang memang sudah sejak lama dibudidayakan oleh masyarakat di Kulon Progo.
Ada beberapa jenis anggrek di daerah Kulon Progo semisal
1. Acriopsis cf. liliifolia
2. Coelogyne speciosa
3. Cymbidium sp.
4. Dendrobium crumenatum
5. Dendrobium capra
6. Dienia cf. ophrydis
7. Eria retusa
8. Geodorum cf. densiflorum
9. Habenaria sp. 
10. Liparis sp.
11. Liparis parviflora
12. Liparis cf. parviflora 
13. Malaxidinae
14. Nervilia aragoana
15. Nervilia punctata
16. Perystilus cf. goodyeroides
17. Spathoglottis plicata
18. Taeniophyllum sp. 
19. Vanilla cf. planifolia
20. Zeuxine sp. (ada yang berurat putih dan berurat hijau keunguan)
Dari sekian jenis anggrek yang ada di daerah Kulon Progo, yang merupakan anggrek yang khas dari Kulon Progo adalah Dendrobium capra dan Coelogune speciosa.

Dendrobium capra

Dendrobium capra ini merupakan tanaman endemik Pulau Jawa. Dendrobium capra ini kalau berbunga dalam 1 tangkai bunganya  bisa memiliki 20 kuntum bunga dan bunganya berukuran kurang lebih sebesar 3 cm. Permukaan bunganya mengkilap seperti lilin sehingga bunganya bisa bertahan hingga 1 bulan. Pohonnya bentuknya mini akan tetapi ada yang ukurannya mencapai 40 cm, akan tetapi pertumbuhannya lebih lambat jika dibandingkan dengan tanaman Dendrobium pada umumnya. Bentuk daunnya kaku dan meruncing dan mirip dengan daun Vanda. Karena bentuk bunganya mirip dengan bintang maka anggrek ini biasa disebut dengan nama "anggrek lintang".Kebutuhan sinar matahari dari tanaman Dendrobium capra ini sebesar 50 % dengan aerasi yang cukup baik, sehingga untuk menanam tanaman Dendrobium capra ini ada baiknya diletakkan di tempat yang terang. Penanamannya cukup ditempelkan di batang pohon atau di pakis papan..

 Coelogyne speciosa

Coelogyne speciosa atau dikenal dengan nama lain anggrek bibir berbulu dikarenakan bunganya memiliki bibir atau labellum yang khas dan ditumbuhi bulu. Coelogyne speciosa ini menjadi bukti eksotisme dan kecantikan anggrek-anggrek asli Indonesia, bahkan sebutan anggrek Coelogyne speciosa ini adalah "Beautiful Coelogyne". 
Coelogyne speciosa adalah anggrek epifit. Hidup menempel di batang atau dahan pohon besar. Batangnya membentuk umbi semu (pseudobulb) berbentuk bulat telur dengan panjang sekitar 6 cm dan diameter 2 cm. Umbi semu tersebut bergerombol dan memiliki 1 atau 2 helai daun. Daunnya sendiri memanjang dengan ujung meruncing.
Bunga anggrek Coelogyne speciosa majemuk dengan tangkai berbentuk zig-zag dengan daun pelindung. Bunga memiliki labellum atau bibir yang khas, berukuran besar, bertaju, tidak rata, dan berbulu. Warna dasar labellum putih sampai hijau muda, dengan warna coklat di bagian tengah, dan putih di ujungnya.
Anggrek Bibir Berbulu tumbuh secara alami di hutan hujan tropis dari dataran rendah hingga tinggi. Daerah sebarannya cukup luas yaitu mulai dari Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga kepulauan Nusa Tenggara. Di Indonesia sedikitnya dikenal tiga subspesies anggrek ini yaitu:
    Coelogyne speciosa subsp. fimbriata, ditemukan hidup di pulau Sumatera
    Coelogyne speciosa subsp. incarnata, ditemukan hidup di pulau Sumatera dan Jawa
    Coelogyne speciosa subsp. speciosa, hidup di pulau Jawa, hingga Flores (Nusa Tenggara)
Anggrek indah ini diduga masih banyak hidup di alam liar sehingga tidak terdaftar dalam status konservasi IUCN Red List. Namun sebagaimana berbagai jenis anggrek lainnya, Anggrek Bibir Berbulu atau Coelogyne speciosa terdaftar sebagai spesies Appendix II CITES.
 


Kamis, 20 Juli 2017

Budidaya Anggrek Phalaenopsis dengan Menggunakan Medium New Dogashima

Budidaya Anggrek Phalaenopsis dengan Menggunakan Medium New Dogashima



Component
Chemical formula
mg/L Medium
Macro elements


Ammonium nitrate
NH4NO3
480
Potassium nitrate
KNO3
200
Calcium nitrate
Ca(NO3)2.4H2O
470
Potassium chloride
KCl
150
Magnesium sulphate
MgSO4
250
Potassium dihydrogen phosphate
KH2PO4
550



Micro elements
Modified by Nitsch (1956)
Manganese sulphate
MnSO4.4H2O
3
Zinc sulphate
ZnSO47H2O
0.5
Boric acid
H3BO3
0.5
Cuprum sulphate
CuSO4.5H2O
0.025
Sodium molybdate
Na2MoO4.2H2O
0.025
Cobalt chloride
CoCl26H2O
0.025



Organics
Modified by Morel and Welmore (1951)
Myo-inositol
C6H12O6
100
Nicotinic acid
C6H5NO2
1.0
Pyridoxine HCl
C8H11NO3
1.0
Thiamine HCl
C12H17CIN4O5
1.0
Calcium pantothenate
C9H17NO5
1.0
Adenine
C5H5N5
1.0
I-Cystein
C3H7NO2S
1.0
d-Biotin
C10H16N2O3S
0.1
Sucrose
C12H22O11
20,000



Iron


Fe-EDTA
FeSO4 7H2O/Na2EDTA
21
Komposisi komponen medium New Dogashima (NDM) (Tokuhara and Mii, 1993, 1998) untuk medium padat

Ada beberapa catatan penelitian yang menggunakan medium New Dogashima ini, seperti yang dilakukan pada tanaman Phalaenopsis dan Doritis yang dilakukan oleh Tokuhara dan Mii (1993). Protocorn like body (PLB dengan kemampuan multiplikasi tinggi diinduksi dari tip tunas kuncup tangkai bunga yang memiliki 1 atau 2 primordia daun dengan menggunakan New Dogashima Medium (NDM) yang mengandung 0,1 mg l (-1) asam α-naftalenasetat (NAA) dan 1 mg 1 (-1) 6-benzylaminopurin (BAP). PLB ini disubkultur pada media yang sama. Lebih dari 10.000 PLB diperoleh dari beberapa tunas pada tangkai bunga tunggal dalam waktu satu tahun. Setelah dipindahkan ke medium NDM yang tidak mengandung zat pengatur pertumbuhan tanaman, PLB berkembang menjadi planlet. Metode mikropropagasi yang diformulasikan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada 12 genotipe yang berbeda. Hasil ini dapat digunakan pada skala komersial untuk propagasi vegetatif Phalaenopsis dan Doritaenopsis.
Dari hasil penelitian Tokuhara an Mii tahun 1998 disebutkan bahwa
Phalaenopsis gigantea merupakan salah satu jenis Phalaenopsis yang paling sulit untuk tumbuh, akan tetapi memiliki potensi menghasilkan hibrida yang indah. Kini telah dikembangkan sebuah metode yang efisien dan dapat ditiru  untuk memperbanyak dalam skala besar Phalaenopsis gigantea dengan menggunakan bagian daun. Bagian daun tanaman muda yang dihasilkan secara in vitro dibudidayakan di medium New Dogashima (NDM) ditambah dengan sitokinin (6-Benzylaminopurine (BAP), Thidiazuron (TDZ), dan Kinetin (KIN). Masing-masing pada konsentrasi 0,01, 0,1, 0,5 dan 1,0 mg / L) sendiri dan dalam kombinasi dengan (auksin a-naftalenasetat (NAA), pada 0,01, 0,1, 0,5 dan 1,0 mg / L). Eksplan menghasilkan kalus dan protocorm like body (PLB) dalam waktu 6 minggu. Penambahan TDZ dalam kombinasi dengan auxins ditemukan sebagai yang terbaik untuk induksi kalus dan PLB. Regenerasi in vitro Phalaenopsis gigantea, PLB dicapai dengan paparan sinar dan mentransfer ke medium padat NDM bebas hormon. 

Pada saat ini medium New Dogashima untuk membuatnya sudah tidak perlu lagi membeli bahan-bahan kimia seperti yang tertulis di atas dan kemudian menimbang untuk membuat larutan stok makro, mikro, besi serta vitamin kemudian diracik untuk menjadi formulasi medium New Dogashima. Kini telah ada pabrikan bahan kimia yang membuat medium jadi New Dogashima sehingga untuk membuat medium New Dogashima tinggal menimbang lalu melarutkannya ke dalam aquadest kemudian menambahkan agar serta hormon sehingga akan mempermudah kita dalam mempersiapkan medium New Dogashima yang akan kita pakai untuk menanam biji atau eksplan dari tanaman anggrek.
Adapun komposisi medium jadi New Dogashima yang dipasaran memiliki  komposisi komponen medium New Dogashima seperti yang tertera di bawah ini :


Component
Chemical formula
mg/L Medium
Macro elements


Ammonium nitrate
NH4NO3
480
Potassium nitrate
KNO3
200
Calcium nitrate
Ca(NO3)2
326.389
Potassium chloride
KCl
150
Magnesium sulphate
MgSO4
122.500
Potassium dihydrogen phosphate
KH2PO4
550



Micro elements

Manganese sulphate
MnSO4.H2O
3
Zinc sulphate
ZnSO47H2O
0.5
Boric acid
H3BO3
0.5
Cuprum sulphate
CuSO4.5H2O
0.025
Sodium molybdate
Na2MoO4.2H2O
0.025
Cobalt chloride
CoCl26H2O
0.025



Organics

Myo-inositol
C6H12O6
100
Nicotinic acid
C6H5NO2
1.0
Pyridoxine HCl
C8H11NO3
1.0
Thiamine HCl
C12H17CIN4O5
1.0
Calcium pantothenate
C9H17NO5
1.0
Adenine hemisulphate
C5H5N5.1/2H2SO4
1.37
I-Cystein
C3H7NO2S
1.0
Biotin
C10H16N2O3S
0.1
Sucrose
C12H22O11
20,000



Iron


Fe-EDTA
FeSO4 7H2O/Na2EDTA
21

Dengan bentuk kemasan seperti yang ada di foto di bawah ini :

 Kemasan medium New Dogashima yang siap pakai

Untuk mendapatkan medium New Dogashima siap pakai ini bisa menghubungi CV Agri Bio Tech. Dimana CV Agri Bio Tech menjual baik kemasan botolan 50 liter maupun eceran dengan kemasan sesuai permintaan konsumen. 
Saat ini medium New Dogashima yang tersedia adalah medium New Dogashima yang tanpa sucrose dengan kemasan seperti dibawah ini :

 Medium New Dogashima kemasan 50 liter

Medium New Dogashima kemasan 1 liter repacking