Jumat, 09 Juli 2010

MEDIA KULTUR JARINGAN TUMBUHAN SIAP PAKAI YANG ADA DI PERDAGANGAN

Penulis : Agung Surono, S.Si

Pada mulanya media kultur jaringan harus dibuat dengan cara meracik sendiri dan kita kalau mau membuat media kultur jaringan harus mengumpulkan terlebih dahulu zat-zat kimia yang diperlukan untuk pembuatan media kultur jaringan. Dalam mengumpulkan zat-zat kimia yang diperlukan untuk pembuatan suatu media kultur jaringan ini tentunya dibutuhkan biaya yang besar. Kenapa diperlukan biaya yang besar untuk mengumpulkan zat-zat kimia yang diperlukan untuk pembuatan media kultur jaringan, hal ini dikarenakan untuk membeli zat-zat kimia tersebut tidak bisa dilakukan dengan cara mengecer, pembeliannya biasanya harus dalam ukuran kemasan tertentu. Dan zat-zat kimia tersebut belum tentu dalam kondisi ready stock dan kadang harus indent sampai beberapa bulan.

Sebagian kecil zat-zat kimia yang diperlukan untuk membuat media kultur jaringan

Belum lagi saat ini ada kendala lagi yaitu beberapa bahan kimia penyusun media kultur jaringan sangat sulit didapat karena zat tersebut bisa digunakan sebagai bahan peledak, bahan yang tersebut adalah ammonium nitrat. Pada saat ini tidak semua produsen zat kimia menjual bahan ammonium nitrat untuk umum dan untuk mendapatkannya harus dengan menggunakan surat end user asli dimana dalam surat end user tersebut pembeli harus membuat pernyataan bahwa ammonium nitrat tersebut hanya digunakan untuk keperluan laboratorium dan tidak akan menjual ammonium nitrat tersebut ke orang lain. Belum lagi saat ini HCl juga susah untuk mendapatkannya karena HCl termasuk bahan prekursur dan untuk mendapatkannya selain harus memakai surat end user juga harus membelinya langsung di PPI Jakarta sedangkan pedagang zat-zat kimia biasa saat ini tidak bisa lagi menjualnya karena adanya Undang-undang yang melarang dengan sanksi hukuman yang berat.
Selain diperlukan biaya yang mahal untuk meracik sendiri medium kultur jaringan juga untuk kegiatan menimbang lalu membuat larutan stok dan mencampur bahan-bahan tersebut menjadi media kultur ternyata cukup menyita waktu serta belum lagi adanya kemungkinan terjadinya kesalahan dalam mempersiapkan media kultur tersebut.
Dengan adanya beberapa hal yang menyulitkan tersebut di atas maka pada saat ini banyak laboratorium yang menggunakan media kultur siap pakai yang pada saat ini banyak terdapat dalam dunia perdagangan. Ada beberapa pabrik bahan kimia yang saat ini menjual campuran dari bahan kimia penyusun media tersebut dalam bentuk serbuk kering. Sebagai hasil dari dari pengalaman dalam menanam materi tanaman yang cukup banyak macamnya, doktor T. Murashige telah membuat sejumlah formulasi dari media kultur untuk propagasi secara in vitro yang memenuhi kebutuhan di masa sekarang ini.

Media Murashige & Skoog termasuk vitamin siap pakai produk Duchefa dalam kemasan 50 liter, 10 liter dan 1 liter


Media Murashige & Skoog dengan vitamin Gamborg B5 siap pakai produk Duchefa dalam kemasan 1 liter

Medium kultur Orchimax siap pakai produk dari Duchefa kemasan 1 liter

Media kultur MS siap pakai produk Phytotech

Media kultur MS siap pakai produk kemasan 1 liter produk Phytotech

Medium Linsmaier & Skoog siap pakai produk Phytotech

Medium kultur Ichihasi New Pahalaenopsis (NP) medium siap pakai produk dari Phytotech kemasan 10 liter

Pada saat ini ada beberapa industri bahan kimia seperti Duchefa, Phytotech, Caisson, MP Bio, Sigma yang telah menjual campuran mineral dan zat organik dari Murashige dan media organik dengan atau tanpa agar. Ada juga berbagai formulasi Murashige yang khusus dibuat untuk spesies-spesies yang biasa dipropagasikan telah ada dalam perdagangan. Beberapa jenis media kultur jaringan yang lain seperti Anderson's rhododendron medium, Chee and Pool Vitis medium, Chu (N6) medium, Ipomoea basal medium, De Greef and Jacobs medium, Juglans medium, Eriksson medium, Gamborg B5 medium, Gresshoff & Doy medium, Heller medium, Kao & michayluk medium, Knudson C Orchid medium, Lindemann Orchid medium
, Linsmaier & Skoog medium, Litvay medium, McCown Woody Plant medium, Murashige & Miller medium, Nitsch medium, NLN medium, Orchimax medium, Quoirin & Lepoivre medium, Rugini Olive medium, Shenk & Hildebrandt medium, S-medium Milieu S Milieu de Bouturage, Westvaco WV5 medium, Vacin & Went medium, White medium dan lain-lain juga sudah bisa didapatkan di pasaran perdagangan.
Dalam membuat media kultur jaringan dari campuran serbuk yang siap pakai ini dilakukan hanya dengan melarutkan dalam jumlah tertentu air yang kualitasnya memenuhi persyaratan, lalu menyesuaikan pHnya lalu memasukkan ke dalam wadah-wadah dan selanjutnya mensterilkannya. Untuk melarutkan campuran media kultur yang mengandung agar diperlukan pemanasan yang secukupnya. Dan untuk mendapatkan media-media yang sesuai, dapat dilakukan dengan membeli campuran dari formulasi dasar, lalu kemudian ditambahkan hormon atau zat pengatur tumbuh serta bahan-bahan lain yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
GIBCO Laboratories pada saat ini telah menginformasikan bahwa mereka telah memasarkan jenis formulasi baru, terdiri campuran serbuk media kultur yang telah di buffer pada pH 5,7. Dan pada akhit-akhir ini GIBCO Laboratories juga telah memasarkan media kultur dengan nama "Nutri-Tubed" yang betul-betul siap pakai dan telah diosterilkan dalam wadah kultur.
Pada saat ini pembuatan media dengan cara menimbang dan mencampur bahan-bahan dasar, dilakukan kalau dirasa perlu untuk coba-coba atau bila komposisi dari suatu formulasi yang dibutuhkan tidak tersedia di dunia perdagangan.
Bagi yang membutuhkan media siap pakai yang seperti tersebut di atas bisa mengontak penulis : Agung Surono, S.Si dengan no.telp 08562927655 atau 02746657445 atau bisa juga menghubungi via email di agungsurono@yahoo.com dan untuk pembelian paket kemasan 1 liter media MS didalamnya terdapat medium dasar MS termasuk vitamin, 30 gr gula, 8 gram agar serta anti kontaminasi jamur dan bakteri berupa PPM 1 ml.


Referensi :
Wetherel, D. F. 1982. Pengantar Propagasi Tanaman Secara In Vitro.. Avery Publishing Group Inc. New Jersey. pp. 51.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar