Jumat, 23 April 2010

CARA MEMBUAT MEDIA AGAR UNTUK MENABUR BIJI ANGGREK


--> Oleh :
-->
Rina Srilestari
Rahayu Sulistianingsih
Ari Wijayani

PERALATAN LABORATORIUM
  • GLASS WEAR
  • DISECTING SET
  • TIMBANGAN ANALITIK
  • SHAKER
  • STIRER
  • AUTOKLAF
  • ENTKAS
  • LAMINAIR AIR FLOW CABINET
  • DLL
-->Glassware and disecting kit
Timbangan analitik
Magnetik stirrer
Autoclaf
Lemari enkast
LAF( Laminar Air Flow )

Media yang bisa digunakan :
  1. Murashige & Skoog (MS) (utk hampir semua tanaman)
  2. Vacin & Went (anggrek)
  3. Knudson C (anggrek & hias)
--> -->
-->
MEDIUM KULTUR JARINGAN
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PERBANYAKAN SECARA IN VITRO
KOMPONEN MEDIUM KULTUR JARINGAN
  • AKUADES
  • HARA MAKRO DAN MIKRO
  • GULA
  • VITAMIN DAN BAHAN ORGANIK LAIN
  • BAHAN SUPLEMEN ALAMI
  • ZAT PENGATUR TUMBUH
  • ZAT PEMADAT
MEDIUM UNTUK ANGGREK PRODUCT DARI DUCHEFA
Zat Pengatur Tumbuh
o adalah senyawa organik bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan merubah sifat fisiologi tanaman
Hormon tumbuhan
o adalah senyawa-senyawa organik diproduksi di dalam sel pada bagian tertentu tumbuhan dan ditranslokasikan ke bagian lain dalam tumbuhan
MACAM-MACAM GOLONGAN ZAT PENGATUR TUMBUH / HORMON :
AUKSIN (MEMACU AKAR)
o NAA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o IBA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o IAA
o 2,4-D
o DIKAMBA
o PIKLORAM
SITOKININ (Memacu Tunas)
o BAP
o BA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o KINETIN Efektifitasnya lebih rendah dari BA/harga lebih mahal
o 2-iP Efektifitasnya lebih rendah dari BA/harga lebih mahal
o Thidiazuron di Indonesia sulit diperoleh dan harga sangat mahal
ETILEN
GIBERELIN
INHIBITOR
PEMBUATAN STOK AUKSIN 1000 ppm
[1] Ditimbang Auksin (IAA, 2,4-D, NAA, IBA) 100 mg
[2] Masukkan dalam gelas piala yang berisi 70 ml akuades
[3] Ditetesi KOH 1 N sampai larut, tambahkan akuades hingga 100 ml
[4] Beri label AUKSIN 1000 ppm (1ml = 1 ppm)
PEMBUATAN STOK SITOKININ 1000 ppm
[1] Ditimbang Sitokinin (Kinetin, BA, BAP) 100 mg, dimasukkan dalam gelas piala + akuades 70 ml
[2] Ditetesi HCl 1N sampai larut
[3] Tambahkan akuades hingga 100 ml
[4] Beri label KINETIN 1000 ppm (1 ml = 1 ppm)
MEDIA ALAMI
PENGERTIAN
MEDIA DENGAN BAHAN-BAHAN DASAR NON PABRIK, TIDAK DIRAMU DARI KOMPOSISI BERBAGAI MACAM ZAT KIMIA NAMUN DENGAN BAHAN DASAR ALAMIAH.
ALASAN PENGGUNAAN
o PEMANFAATAN BAHAN-BAHAN ALAMI YANG ADA DISEKITAR KITA
o KANDUNGAN BAHAN ALAMI DAPAT MEMACU PERTUMBUHAN KALUS
o LEBIH MURAH
MACAM MEDIA ALAMI
SEMUA BUAH DAN SAYURAN, UMUMNYA:
o PISANG
o KECAMBAH
o AIR KELAPA HIJAU
o TOMAT
o JERUK
o ALPOKAT
o BAYAM
YANG PERLU DIPERHATIKAN:
    • TANAMAN/ BIJI APA YANG AKAN DITANAM MASING-MASING TANAMAN SUDAH MEMPUNYAI KANDUNGAN ZAT-ZAT YANG BERBEDA
    • KANDUNGAN BAHAN ALAMI UNTUK MEDIA TUMBUH TIDAK SEMUA EKSPLAN DAPAT TUMBUH MENJADI KALUS DI ATAS MEDIA ALAMI KADANG-KADANG PERLU DITAMBAHKAN HORMON
PEMBUATAN MEDIA ALAMI PISANG RAJA/TOMAT
[1] TIMBANG PISANG RAJA/ TOMAT 150 GRAM
[2] BERI AKUADES 300 ml
[3] BLENDER HINGGA HALUS DAN TUANGKAN DALAM ERLENMEYER BERISI 500 ml AKUADES TAMBAH SUKROSA 30 GRAM
[4] TAMBAH AGAR-AGAR 7 GRAM (UNTUK PISANG RAJA) ATAU 8 GRAM (UNTUK TOMAT) DAN DIADUK HINGGA RATA
[5] TAMBAHKAN AKUADES HINGGA VOLUME MENJADI 1 LITER LALU PANASKAN HINGGA MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN STERILISASI
[7] DALAM AUTOKLAF
PEMBUATAN ALAMI KENTANG
[1] TIMBANG KENTANG 150 GRAM KUPAS DAN POTONG-POTONG
[2] MASUKKAN DALAM 1 L AKUADES
[3] PANASKAN HINGGA MENDIDIH SAMPAI VOLUMENYA TINGGAL 500 ml
[4] SARING, JADIKAN VOLUMENYA MENJADI 1 L + SUKROSA 30 GRAM + AGAR-AGAR 8 GRAM
[5] PANASKAN SAMPAI MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN DISTERILISASI DALAM AUTOKLAF
PEMBUATAN MEDIUM PUPUK DAUN
[1] TIMBANG PUPUK DAUN DENGAN N TINGGI, 2 GRAM ATAU 2 ml
[2] TUANGKAN DALAM ERLENMEYER BERISI 500 ml AKUADES TAMBAH SUKROSA 30 GRAM
[3] TAMBAHKAN AGAR-AGAR 8 GRAM DAN ADUK HINGGA RATA
[4] TAMBAHKAN AKUADES HINGGA VOLUME 1 LITER
[5] PANASKAN HINGGA MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN STERILISASI DALAM AUTOKLAF
MEDIA ALTERNATIF
Timbang pupuk daun 2 g/l
Masukkan dalam erlenmeyer yang berisi akuades 300cc
Masukkan satu persatu sambil diaduk
1. Gula 20 g/l
2. Air kelapa 150 ml/l
3. Minyak ikan 2 ml/l
4. Vitamin B1 (IPI) 5 mg/l
Tambahkan akuades sampai volumenya menjadi 1000 cc
Tambah agar-agar 7g/l dan dipanaskan di atas kompor gas sampai mendidih
Masukkan ke dalam botol-botol dan disterilisasi


PENABURAN BIJI ANGGREK dan SUBKULTUR

  1. Buah Anggrek
  2. Buah anggrek berasal dari bakal buah yang terletak pada pangkal bunga
  3. Setelah terjadi penyerbukan, buah anggrek berkembang
  4. Buah anggrek mempunyai ciri khas : berusuk enam (6) dan jika pecah tidak di ujung tapi dibagian tengah buah
  5. Biji di dalam buah sangat banyak
  6. Biji anggrek tidak mempunyai cadangan makanan (endosperm) seperti biji pada tanaman yang lain.

LANGKAH PENABURANSiapkan peralatan yang akan digunakan:
  1. Botol, betadine, pinset dan skapel
  2. Petridish berisi kertas saring.
  3. Api bunsen/ spirtus untuk LAF
  4. Formalin tablet untuk Entkas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penaburan biji anggrek adalah :

  1. Buah dipanen sebelum buah pecah
  2. Buah dimasukkan kedalam spirtus dan dibakar diatas api sebanyak tiga kali ( Sterilisasi secara fisik- dgn pembakaran)
  3. Buah dibelah di dalam ruang tabur (LAF- Entkas) kondisi steril, alat-alat dimasukkan terlebih dahulu.
  4. Biji diambil menggunakan pinset dan ditaburkan di atas media padat.

Langkah penaburan biji anggrek :

  1. Biji yang dipanen dicuci dan dibakar diluar
  2. Potong ujung buah dengan blade
  3. Biji di kerok dengan pinset
  4. Biji di masukkan ke dalam botol
  5. Tutup botol diberi disinfektan agar tidak mudah terkena jamur
  6. Botol ditutup rapat
  7. Botol diberi label dan diletakkan di ruang penyimpanan

SUBKULTUR KE MEDIA BARU
Tujuan :
  1. Agar bibit yang tumbuh tidak kekurangan hara
  2. Bibit bisa seragam pertumbuhannya
  3. Bibit tidak berdesakkan

LANGKAH KERJA SUBKULTUR
Persiapan:

  • memilih bibit yang baik
  • media baru dan alat disection set , lampu spirtus dimasukkan ke dalam LAF/ entkas (formalin tablet)
  • entkas/ LAF sebelumnya disemprot alkohol/ spirtus
Media baru :
Media dapat ditambahkan zpt sesuai keinginan ( Auksin, sitokinin, GA3,dll)
SUBKULTUR/ Pindah tanam
Bibit diambil secukupnya (20 – 30 bibit) untuk anggrek akar keluar lebih dahulu, diletakkan pada petridish (cawan) yang steril
  • Bersihkan sisa agar yang menempel pada agar
  • Dikelompokkan menurut besarnya agar seragam pertumbuhan nantinya
  • Botol medium baru dibuka tutupnya, bibit langsung dimasukkan ke dalam botol ditanam dengan teratur dan rapi mulai dari pangkal botol
  • Tutup kembali, sebelumnya tutup botol dioles dengan disinfektan

Diagram kerja subkultur

Di dalam Enkast

Di dalam Laminar Air Flow

Planlet yang berdesakan harus segera dipisahkan dan ganti media.
Pemeliharaan setelah overplanting

  1. botol diberi label yang jelas , nama taburan, tanggal penaburan, tanggal over planting.
  2. Diletakkan pada rak untuk planlet pendewasaan, suhu ruang, lampu TL 20-40 watt.
  3. Setiap 3 bulan sekali dapat dilakukan pemindahan bibit ke media yang baru.

PLANT PRESERVATIVE MIXTUR (PPM) BAHAN KIMIA PENGURANG KONTAMINASI MIKROBIA


Plant Preservative Mixture (PPM) Bahan Kimia Pengurang Kontaminasi Mikrobia


Plant Preservative Mixtur (PPM) merupakan preservative/biosida spectrum luas yang sangat efektif untuk mencegah atau menurunkan tingkat kontaminasi mikroba pada kultur jaringan tumbuhan.Pada dosis optimum PPM sangat efektif dan tidak mempengaruhi vitro germination, ploriferasi kalus dan regenerasi kalus. Zat ini telah digunakan di banyak universitas, perusahaan komersil dan laboratorium swasta di luar negeri. Zat Plant Preservative Mixtur (PPM) ini mengandung zat aktif yang terdiri dari :
5-Chloro-2 methyl-3-(CH) - isothiazolone         0,1350%
2-methyl-3(H)-isothiazolone                              0,0412%
komposisi lain                                                99,82338%