
Rina Srilestari
Rahayu Sulistianingsih
Ari Wijayani
PERALATAN LABORATORIUM
- GLASS WEAR
- DISECTING SET
- TIMBANGAN ANALITIK
- SHAKER
- STIRER
- AUTOKLAF
- ENTKAS
- LAMINAIR AIR FLOW CABINET
- DLL
Timbangan analitik
- Murashige & Skoog (MS) (utk hampir semua tanaman)
- Vacin & Went (anggrek)
- Knudson C (anggrek & hias)
-->
MEDIUM KULTUR JARINGAN
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PERBANYAKAN SECARA IN VITRO
KOMPONEN MEDIUM KULTUR JARINGAN
- AKUADES
- HARA MAKRO DAN MIKRO
- GULA
- VITAMIN DAN BAHAN ORGANIK LAIN
- BAHAN SUPLEMEN ALAMI
- ZAT PENGATUR TUMBUH
- ZAT PEMADAT
Zat Pengatur Tumbuh
o adalah senyawa organik bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan merubah sifat fisiologi tanaman
Hormon tumbuhan
o adalah senyawa-senyawa organik diproduksi di dalam sel pada bagian tertentu tumbuhan dan ditranslokasikan ke bagian lain dalam tumbuhan
MACAM-MACAM GOLONGAN ZAT PENGATUR TUMBUH / HORMON :
AUKSIN (MEMACU AKAR)
o NAA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o IBA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o IAA
o 2,4-D
o DIKAMBA
o PIKLORAM
SITOKININ (Memacu Tunas)
o BAP
o BA Efektifitasnya tinggi dan harga relatif murah
o KINETIN Efektifitasnya lebih rendah dari BA/harga lebih mahal
o 2-iP Efektifitasnya lebih rendah dari BA/harga lebih mahal
o Thidiazuron di Indonesia sulit diperoleh dan harga sangat mahal
ETILEN
GIBERELIN
INHIBITOR
PEMBUATAN STOK AUKSIN 1000 ppm
[1] Ditimbang Auksin (IAA, 2,4-D, NAA, IBA) 100 mg
[2] Masukkan dalam gelas piala yang berisi 70 ml akuades
[3] Ditetesi KOH 1 N sampai larut, tambahkan akuades hingga 100 ml
[4] Beri label AUKSIN 1000 ppm (1ml = 1 ppm)
PEMBUATAN STOK SITOKININ 1000 ppm
[1] Ditimbang Sitokinin (Kinetin, BA, BAP) 100 mg, dimasukkan dalam gelas piala + akuades 70 ml
[2] Ditetesi HCl 1N sampai larut
[3] Tambahkan akuades hingga 100 ml
[4] Beri label KINETIN 1000 ppm (1 ml = 1 ppm)
MEDIA ALAMI
PENGERTIAN
MEDIA DENGAN BAHAN-BAHAN DASAR NON PABRIK, TIDAK DIRAMU DARI KOMPOSISI BERBAGAI MACAM ZAT KIMIA NAMUN DENGAN BAHAN DASAR ALAMIAH.
ALASAN PENGGUNAAN
o PEMANFAATAN BAHAN-BAHAN ALAMI YANG ADA DISEKITAR KITA
o KANDUNGAN BAHAN ALAMI DAPAT MEMACU PERTUMBUHAN KALUS
o LEBIH MURAH
MACAM MEDIA ALAMI
SEMUA BUAH DAN SAYURAN, UMUMNYA:
o PISANG
o KECAMBAH
o AIR KELAPA HIJAU
o TOMAT
o JERUK
o ALPOKAT
o BAYAM
YANG PERLU DIPERHATIKAN:
- TANAMAN/ BIJI APA YANG AKAN DITANAM MASING-MASING TANAMAN SUDAH MEMPUNYAI KANDUNGAN ZAT-ZAT YANG BERBEDA
- KANDUNGAN BAHAN ALAMI UNTUK MEDIA TUMBUH TIDAK SEMUA EKSPLAN DAPAT TUMBUH MENJADI KALUS DI ATAS MEDIA ALAMI KADANG-KADANG PERLU DITAMBAHKAN HORMON
PEMBUATAN MEDIA ALAMI PISANG RAJA/TOMAT
[1] TIMBANG PISANG RAJA/ TOMAT 150 GRAM
[2] BERI AKUADES 300 ml
[3] BLENDER HINGGA HALUS DAN TUANGKAN DALAM ERLENMEYER BERISI 500 ml AKUADES TAMBAH SUKROSA 30 GRAM
[4] TAMBAH AGAR-AGAR 7 GRAM (UNTUK PISANG RAJA) ATAU 8 GRAM (UNTUK TOMAT) DAN DIADUK HINGGA RATA
[5] TAMBAHKAN AKUADES HINGGA VOLUME MENJADI 1 LITER LALU PANASKAN HINGGA MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN STERILISASI
[7] DALAM AUTOKLAF
PEMBUATAN ALAMI KENTANG
[1] TIMBANG KENTANG 150 GRAM KUPAS DAN POTONG-POTONG
[2] MASUKKAN DALAM 1 L AKUADES
[3] PANASKAN HINGGA MENDIDIH SAMPAI VOLUMENYA TINGGAL 500 ml
[4] SARING, JADIKAN VOLUMENYA MENJADI 1 L + SUKROSA 30 GRAM + AGAR-AGAR 8 GRAM
[5] PANASKAN SAMPAI MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN DISTERILISASI DALAM AUTOKLAF
[1] TIMBANG PUPUK DAUN DENGAN N TINGGI, 2 GRAM ATAU 2 ml
[2] TUANGKAN DALAM ERLENMEYER BERISI 500 ml AKUADES TAMBAH SUKROSA 30 GRAM
[3] TAMBAHKAN AGAR-AGAR 8 GRAM DAN ADUK HINGGA RATA
[4] TAMBAHKAN AKUADES HINGGA VOLUME 1 LITER
[5] PANASKAN HINGGA MENDIDIH
[6] TUANG DALAM BOTOL STERIL DAN STERILISASI DALAM AUTOKLAF
MEDIA ALTERNATIF
Timbang pupuk daun 2 g/l
Masukkan dalam erlenmeyer yang berisi akuades 300cc
Masukkan satu persatu sambil diaduk
1. Gula 20 g/l
2. Air kelapa 150 ml/l
3. Minyak ikan 2 ml/l
4. Vitamin B1 (IPI) 5 mg/l
Tambahkan akuades sampai volumenya menjadi 1000 cc
Tambah agar-agar 7g/l dan dipanaskan di atas kompor gas sampai mendidih
Masukkan ke dalam botol-botol dan disterilisasi
PENABURAN BIJI ANGGREK dan SUBKULTUR
- Buah Anggrek
- Buah anggrek berasal dari bakal buah yang terletak pada pangkal bunga
- Setelah terjadi penyerbukan, buah anggrek berkembang
- Buah anggrek mempunyai ciri khas : berusuk enam (6) dan jika pecah tidak di ujung tapi dibagian tengah buah
- Biji di dalam buah sangat banyak
- Biji anggrek tidak mempunyai cadangan makanan (endosperm) seperti biji pada tanaman yang lain.

LANGKAH PENABURAN
Siapkan peralatan yang akan digunakan:- Botol, betadine, pinset dan skapel
- Petridish berisi kertas saring.
- Api bunsen/ spirtus untuk LAF
- Formalin tablet untuk Entkas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penaburan biji anggrek adalah :
- Buah dipanen sebelum buah pecah
- Buah dimasukkan kedalam spirtus dan dibakar diatas api sebanyak tiga kali ( Sterilisasi secara fisik- dgn pembakaran)
- Buah dibelah di dalam ruang tabur (LAF- Entkas) kondisi steril, alat-alat dimasukkan terlebih dahulu.
- Biji diambil menggunakan pinset dan ditaburkan di atas media padat.
Langkah penaburan biji anggrek :
- Biji yang dipanen dicuci dan dibakar diluar
- Potong ujung buah dengan blade
- Biji di kerok dengan pinset
- Biji di masukkan ke dalam botol
- Tutup botol diberi disinfektan agar tidak mudah terkena jamur
- Botol ditutup rapat
- Botol diberi label dan diletakkan di ruang penyimpanan












Tujuan :
- Agar bibit yang tumbuh tidak kekurangan hara
- Bibit bisa seragam pertumbuhannya
- Bibit tidak berdesakkan
LANGKAH KERJA SUBKULTUR
Persiapan:
- memilih bibit yang baik
- media baru dan alat disection set , lampu spirtus dimasukkan ke dalam LAF/ entkas (formalin tablet)
- entkas/ LAF sebelumnya disemprot alkohol/ spirtus
Media dapat ditambahkan zpt sesuai keinginan ( Auksin, sitokinin, GA3,dll)
SUBKULTUR/ Pindah tanam
Bibit diambil secukupnya (20 – 30 bibit) untuk anggrek akar keluar lebih dahulu, diletakkan pada petridish (cawan) yang steril- Bersihkan sisa agar yang menempel pada agar
- Dikelompokkan menurut besarnya agar seragam pertumbuhan nantinya
- Botol medium baru dibuka tutupnya, bibit langsung dimasukkan ke dalam botol ditanam dengan teratur dan rapi mulai dari pangkal botol
- Tutup kembali, sebelumnya tutup botol dioles dengan disinfektan
Diagram kerja subkultur
Planlet yang berdesakan harus segera dipisahkan dan ganti media.
Pemeliharaan setelah overplanting
- botol diberi label yang jelas , nama taburan, tanggal penaburan, tanggal over planting.
- Diletakkan pada rak untuk planlet pendewasaan, suhu ruang, lampu TL 20-40 watt.
- Setiap 3 bulan sekali dapat dilakukan pemindahan bibit ke media yang baru.




















